Sabtu, 12 Desember 2020

Mengenal lebih jauh tentang Pendidikan Luar Sekolah

A. Ruang linkup pendidikan luar 

a. Pengertian pendidikan luar sekolah

         Pendidikan luar sekolah merupakan pendidikan tertua yakni pendidikan ini hadir sebelum pendidikan formal ada.menurut Faure (1981: 2) pendidikan luar sekolah bukanlah hal baru dikehidupan manusia. Pendidikan luar sekolah sesuai dengan peradaban manusia yang diwujudkan melalui berbagai kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pendidikan luar sekolah (bahasa Inggris: Out of school education) adalah pendidikan yang dirancang untuk membelajarkan warga belajar agar mempunyai jenis keterampilan dan atau pengetahuan serta pengalaman yang dilaksanakan di luar jalur pendidikan formal (persekolahan). 

b. Karakteristik pendidikan luar sekolah

       1. Pendidikan Luar Sekolah sebagai Subtitute dari pendidikan sekolah. Artinya, bahwa pendidikan luar sekolah dapat menggantikan pendidikan jalur sekolah yang karena beberapa hal masyarakat tidak dapat mengikuti pendidikan di jalur persekolahan (formal). Contohnya: Kejar Paket A, B dan C

      2. Pendidikan Luar Sekolah sebagai Supplement pendidikan sekolah. Artinya, bahwa pendidikan luar sekolah dilaksanakan untuk menambah pengetahuan, keterampilan yang kurang didapatkan dari pendidikan sekolah. Contohnya: private, les, training

      3. Pendidikan Luar Sekolah sebagai Complement dari pendidikan sekolah. Artinya, bahwa pendidikan luar sekolah dilaksanakan untuk melengkapi pengetahuan dan keterampilan yang kurang atau tidak dapat diperoleh di dalam pendidikan sekolah. Contohnya: Kursus, try out, pelatihan dll


B. Kelebihan dan kekurangan dari pendidiakn luar sekolah

Keunggulan dari Pendidikan Luar Sekolah, 

Pertama lebih murah dari pendidikan formal ( sekolah), karena adanya program-program pendidikan yang dilakukan dalam waktu singkat untuk kebutuhan khusus seperti ujian paket A,B,C dan sebagainya, bisa juga dikurangi biaya dengan menggunakan fasilitas sebaik mungkin, membuat alat-alat belajar dengan memanfaatkan bahan sekitar dan harga yang murah, membuat kegiatan berusaha dan dapat menggunakan dana pendidikan yang diambil dari hasil pemasaran produksi. Itu bisa membuat pengeluaran menjadi hemat bahkan bisa memberikan pemasukan. 

Kedua, program-program pendidikan luar sekolah itu lebih berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, bukan mengutamakan kebutuhan penyelenggara, karena program pendidikan itu harus mementingkan kebutuhan masyarakat atau peserta didik, dan isi dari program pendidikan itu harus berhubungan erat dengan dunia kerja atau kegiatan usaha yang ada di masyarakat. Dengan adanya kecocokan antara pendidikan dan dunia kerja maka Pendidikan Luar Sekolah dapat memberikan hasil balik yang relatif lebih cepat kepada peserta didik dan lulusan nya.

Ketiga, program pendidikan luar sekolah itu bersifat fleksibel, dan fleksibel itu ditandai dengan, pertama, beragam macam program menjadi tanggung jawab banyak pihak seperti pemerintahan, perorangan, dan swasta. 

Keempat, otonomi dikembangkan pada tingkat pelaksana program dan daerah sehingga memacu perkembangan program yang ragam sesuai dengan kebutuhan dan perbedaan daerah. 

Kelima, perubahan dan perkembangan program disesuaikan dengan perubahan kebutuhan peserta didik dan perkembangan lingkungan. Agar program pendidikan yang sudah tidak sesuai dengan peserta didik dapat diubah atau diakhiri secepatnya. 

Itulah beberapa keunggulan yang terdapat pada Pendidikan Luar Sekolah, sebenarnya jika ditelusuri lebih mendalami lagi sangatlah banyak keunggulan yang dimiliki oleh Pendidikan Luar Sekolah akan tetapi keunggulan itu adalah secara garis besarnya atau secara umum yang sering dilihat atau ditemukan

C. Alasan-alasan timbulnya pendidikan luar sekolah 

Secara terperinci dapat diungkapkan bahwa alasan-alasan timbulnya pendidikan luar sekolah adalah: 

1 Alasan dari Segi Faktual-Historis 

a. Kesejarahan 

Pada umumnya sementara orang beranggapan bahwa bila memperbincangkan masalah pendidikan maka arientasinya ke dunia sekolah dan menghubungkan guru dengan murid. Mereka kurang menyadari bahwa sebelum seseorang anak menjadi murid, anak-anak telah memperoleh pendidikan yang telah diberikan oleh keluarganya terutama ayah dan ibunya Anak-anak bayak belajar di rumah dari ibunya atau orang tuanya di mana dan kapan saja serta menyangkut berbagai hal yang mereka perlukan di dalam petumbuhannya ke arah sempurna 

Hal ini seperti diungkapkan oleh Drs. SWARNO bahwa: “Di dalam keluargalah anak pertama-tama menerima pendidikan, dan pendidikan yang diperoleh dalam keluarga ini merupakan pendidikan yang terpenting atau utama terhadap perkembangan pribadi anak”. Jadi jelas, anggapan sementara orang seperti tersebut di atas merupakan pengingkaran terhadap kenyataan yang ada Di samping itu, sudah selayaknya orang tua mempunyai tanggung jawab moral terhadap pendidikan anak-anaknya agar mereka kelak menjadi orang desa yang tidak tercela 

b. Kebutuhan Pendidikan 

Kesadaran akan kebutuhan pendidikan dari masyarakat semakin meluas seiring dengan munculnya Negara-negara yang baru merdeka dengan segala kekurangannya akibat penjajahan di masa lampau yang berlangsung berpuluh-puluh tahun atau bahkan beratus￾ratus tahun .Sisi lain yang berpengaruh akan kesadaran kebutuhan pendidikan ini adalah kemajuan ilmu dan teknologi, perkembangan ekonomi, perkembangan politik, yang melanda hampir di semua belahan dunia Realitas lain adalah makin dibutuhkannya berbagai macam keahlian dalam menyongsong kehidupan yang semakin kompleks dan penuh tuntutan, maka wajar masyarakat menghendaki berbagai penyelenggaraan pendidikan dengan program-program keahlian. Hal ini berimplikasi pada system dan bentuk-bentuk pendidikan yang dilaksanakan seterusnya dikenal adanya system pendidikan sekolah dan system pendidikan luar sekolah serta ada bentuk pendidikan formal, pendidikan informal dan pendidikan non formal 

c. Keterbatasan Sistem Persekolahan 

Di sisi lain system persekolahan, mengharuskan siswa berada dalam bentuk menyeluruh 

dan kahlian yang sejenis sehingga mereka terasing dari pengetahuan dan keahlian lain 

Kekurang / kelemahan sistem persekolahan inilah yang memungkinkan kegiatan 

pendidikan luar sekolah menerobosnya sehingga terungkaplah pengetahuan dan keahlian 

yang selama ini dirasakan sebagai kekurangan. 

d. Potensi Sumber Belajar 

Di masyarakat teryata tersebar berbagai sumber belajar yang tidak terbilang banyaknya 

dan sumber belajar demikian dapat bersifat makhluk hidup maupun benda-benda mati 

Orang-oang yang ahli, orang-orang yang pintar, orang-orang yang terampil penuh 

pengalaman merupakan sumber belajar yang bersifat manusiawi sedangkan kepustakaan 

desa, Koran, Majalah, Kaset, Film, dan bengkel kerja yang ada, merupakan sumber 

belajar yang bisa memperoleh ilham untuk menemukan kebutuhan yang berguna bagi 

seseorang. 

Sumber-sumber belajar tersebut, memberi lapangan bagi penyelenggaraan pendidikan 

luar sekolah baik berupa kursus dan latihan yang selama ini belum mereka dapatkan dan 

alami 

e. Keterlantaran Pendidikan Luar Sekolah 

Pada mulanya orang telah menyelenggarakan berbagai kegiatan pendidikan yang pada 

hakikatnya menggunakan system di luar dunia sekolah dan dilaksanakan bersamaan 

denga pendidikan sekolah biasa, namun kegiatan-kegiatan banyak yang telah 

ditinggalkan orang 

1 Masseducation pendidikan yang memberikan kecakapan 

2 Adult Enducation 

a. Pendidikan Lanjutan 

b. Pendidikan Pembaruan

c. Pendidikan Populer 

3 Fundamental Education 

 Kecakapan berfikir dan bergaul dan berumah tangga 

 Kecakapan kerajinan dan kesenian

 Kecakapan kejujuran

 Pengetahuan tentang Lingkungan alam

 Pendidikan jiwa, akhlak dan kesehatan

4 Pendidikan Masyarakat 

 Kursus dan Latihan

 Kumpulan Belajar

 Kelas Bebas

 Pama dan Pami

 Sekolah Keliling 

5 Pendidikan kemasyarakatan dapat dicontohkan Balai Pengetahuan Rakyat 

6 Extention Education 

 Amerika Serikat dengan nama Defartemen of Continuation Education, University Extention Departement Inggris dengan nama Departemen of Extra Mural Studies

2 Alasan dari segi Analisa-Perspektif 

a. Palestarian Indentitas Bangsa 

Perubahan-perubahan yang bermakna ditekankan pada adanya isi perubahan yang berhubunhan dengan identitas bangsa yakni penerusan kebudayaan nasional dari satu generasi ke generasi selanjutnya Tujuan perubahan ini menyangkut keselarasan dan keseniam perkembangan bangsa yang bersangkutan di tengah-tengah kemajuan zaman sekarang ini sehingga bangsa tersebut dapat hidup dan berperan aktif di dunia Perubahan secara sistemtis dimaksudkan bahwa perubahan tersebut melalui langkah￾langkah dan saluran-saluran sehingga perubahan dapat diarahkan dan dipertanggung jawabkan tercapainya tujuan yang diinginkan 

b. Kecenderungan Belajar Individual-Madiri 

Kecenderungan belajar seseorang tidak bisa dihalangi oleh siapapun dan keinginan untuk belajar ini dapat timbul kapan saja dengan tidak memendang Jenis Kelamin, Usia, Latar belakang pendidikan, tempat tinggal dan kecenderungan ini juga diperkuat oleh kemajuan ilmu dan teknologi seperti: Radio, Televisi, Mass media cetak dan kemudahan komunikasi antar daerah. Tersebarnya ahli pengetahuan yang lebih propesional semakin dapat memenuhi keinginan belajar mendiri. 

3 Alasan dari Segi Formal-Kebijakan 

a. Undang-undang Dasar 1945 

1 Pembukaan UUD 1945 menyebutkan 

Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social. 

2 Batang tubuh UUD 1945 menyebutkan pula: 

Pasal 31, ayat (1) : Tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran”. 

Pasal 31, ayat (2) : Pemerintah mengusahakan dan menyelengarakan satu sistem pengajaran nasional, yang diatur dengan undang-undang”. 

b. Garis-garis Besar Haluan Negara 

      1. Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan rumah tangga, sekolah, dan masyarakat 

      2. Pendidikan juga menjangkau program-program luar sekolah yaitu pendidikan yang bersifat kemasyarakatan, termasuk kepramukaan, latihan-latihan keterampilan dan pemberantasan buta huruf dengan mendaya gunakan sarana dan prasarana yang ada 

c. Pelita Ketiga 

PLS merupakan salah satu subsistem dari satu sistem pendidikan nasional, yang turut membentuk manusia seutuhnya dan membina pelaksanaan konsep pendidikan seumur hidup. Kedua subsistem pendidikan sekolah dan luar sekolah, yang saling menunjang dan saling melengkapi



Sumber :

https://infopenmas.blogspot.com/2018/10/keunggulan-pendidikan-luar-sekolah.html?m=1 (di akses pada 13 desember 2020 )

https://kamatulmunawarohpenmas1732.blogspot.com/2019/11/ruang-lingkup-pendidikan-luar-sekolah.html?m=1 (di akses pada 13 desember 2020)

http://www.anakciremai.com/2009/02/makalah-ilmu-pendidikan-tentang-sistem.html (di akses pada 13 desember 2020)